Marching Band SMPN 3 Ciawigebang Kuningan

Pembentukan mental peserta didik.

Candi Borobudur

Warisan budaya bangsa yang harus dilestarikan.

Tarian Tradisional

Melestarikan warisan budaya.

Pantai Parangtritis

Menikmati keindahan Alam Nusantara.

Benteng Belanda

Peninggalan Penjajah.

POTENSI KARANG SAMBUNG










Karang Sambung merupakan laboratorium alam dan monumen geologi yang sangat menarik bagi obyek penelitian maupun wisata alam. Salah satu kecamatan di bagian utara Kabupaten Kebumen ini disebut laboratorium alam geologi karena menghadirkan variasi struktur dan jenis batuan di kawasan yang relatif tidak luas. Nilai ilmiahnya bertambah penting setelah lahir teori tektonik lempeng, karena menurut para ahli geologi daerah ini pernah menjadi batas lempeng konvergen berupa jalur subduksi pada jaman Kapur yang berlanjut hingga Pegunungan Meratus, Kalimantan. Batuan-batuan hasil tumbukan tersebut kini terangkat ke permukaan dan dapat diamati dalam kondisi yang relatif segar.
Oleh karena begitu pentingnya, kawasan ini kemudian ditetapkan sebagai Cagar Alam Geologi Nasional yang dikelola oleh Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Hal ini bertujuan agar batuan-batuan langka yang terdapat di Karang Sambung terlindung dari kepunahan akibat ditambang oleh penduduk. Sebab Karang Sambung juga menjadi bukti teori tektonik lempeng dan menjadi referensi dunia.
A. Fasilitas

Baik kegiatan penelitian maupun wisata ilmiah di Karang Sambung dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Balai Informasi dan Konservasi Kebumian LIPI. Unit ini memiliki fasilitas pendukung berupa tempat penginapan & asrama, perpustakaan, dan bengkel kerja kerajinan batumulia (gambar 1). Kegiatan wisata ilmiah itu meliputi ceramah ilmiah populer, diskusi, kunjungan lapangan ke berbagai lokasi penting, melihat koleksi batuan serta proses pembuatan batu mulia.
Selain itu, wisatawan juga bisa mengikuti kegiatan perburuan atau pencarian batuan di aluvial Sungai Lukulo, sungai terbesar di daerah ini. Di kawasan Balai Informasi dan Konservasi Kebumian LIPI dapat dilihat proses pembuatan kerajinan batu mulia, mulai dari memilih bahan, memotong, dan membentuknya. Selain batu mulia, pengunjung juga bisa melihat berbagai koleksi batuan yang ada di Karangsambung, model tektonik, maket geologi (gambar 2) dan peraga yang menggambarkan proses dinamika bumi di museum.

B. Beberapa Batuan di Karang Sambung
Untuk menuju Balai Informasi dan Konservasi Kebumian LIPI, dari pusat Kota Kebumen dapat menempuh jalan datar beraspal namun berkelok-kelok mengikuti Sungai Luk Ulo yang berada di sebelah baratnya. Tersedia juga angkutan umum berupa bis kecil berukuran ¾ atau angkot yang menempuh rute Terminal Kebumen-Karang Sambung.
Beberapa singkapan batuan yang menarik untuk diamati ialah Bukit Jatibungkus, Gunung Parang, Bukit Wagir Sambeng, Gunung Sipako, Krakal, dan Kali Brengkok.
• Bukit Jatibungkus
Bukit berukuran 350 x 150 meter ini tampak terisolir di antara dataran di sisi utara dan selatannya. Di lokasi ini terdapat batugamping dengan fosil berupa Foraminifera besar, ganggang merah, ganggang hijau, serta Milliodidae. Selain itu, ditemukan juga pecahan-pecahan kuarsa, rijang, dan batuan metamorf, yang mengindikasikan bahwa batuan ini diendapkan dekat dengan sumbernya.
.
• Gunung Parang
Di gunung ini, dapat diamati bentuk kekar kolom seperti yang terdapat pada Devil’s Tower di Wyoming, Amerika Serikat. Gunung yang tersusun dari batuan beku Diabas ini merupakan intrusi konkordan berupa sill yang menerobos Fm. Karangsambung dan Fm. Totogan.
.
.
• Bukit Wagir Sambeng

Gunung ini seluruhnya tersusun oleh asosiasi rijang dan batulempung gampingan berwarna merah. Singkapan yang merupakan endapan laut dalam ini berlapis hampir vertikal membentuk puncak-puncak punggungan yang sempit, memberikan kenampakan yang mempesona sebagai suatu monumen. Morfologi amphiteater dan kondisi geologi Karangsambung dapat dilihat dari puncak gunung ini.
• Gunung Sipako
Di sini terdapat singkapan filit berwarna hitam pada dinding sungai yang terjal. Batuan ini terbentuk selama proses penunjaman serta merupakan batuan metamorf berderajat rendah. Proses tektonik dan deformasi lebih lanjut berupa patahan geser searah aliran sungai, membentuk lipatan-lipatan kecil serta struktur gores garis pada batuan filit.
.
• Krakal
Daerah yang terletak di Kecamatan Alian ini berupa pemandian air panas. Terbentuknya mataair panas yang bersifat basa ini bukan karena aktivitas gunungapi, tetapi hasil induksi panas dari dalam bumi akibat adanya patahan yang mengenai daerah ini. Untuk menuju tempat ini, dapat menggunakan angkot jurusan Kebumen-Alian langsung dari Kebumen.
• Kali Brengkok
Di tempat ini terdapat sekis mika berwarna abu-abu cerah dan tampak mengkilap terkena sinar matahari dan merupakan batuan tertua di Pulau Jawa, yang menjadi alas pulau ini. Batuan yang terdiri dari mineral mika ini terbentuk karena pengaruh tekanan yang sangat kuat hingga menjadi sekis mika di dalam kulit bumi.
.
.
Selain batuan-batuan tersebut, masih ada beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi. Sayangnya, belum semua situs bernilai ilmiah tinggi ini dibebaskan menjadi milik negara. Dari 30 situs, baru delapan yang telah dibebaskan menjadi milik negara. Sisanya masih berada di tangan masyarakat sehingga menjadi obyek penggalian batu dan pasir. Gunung Parang misalnya, tiap musim kemarau selalu terkikis palu para pencari batu untuk bahan bangunan (gambar 7). Padahal, kalau dibandingkan, nilai ekonominya tidak lebih tinggi daripada nilai ilmiahnya. LIPI memang telah melindungi sebagian Gunung Parang itu, terutama struktur kolom yang mirip dengan Devil’s Tower di Wyoming, Amerika Serikat. Masalahnya, bagian belakang gunung itu belum dibebaskan dan masih terus digali. Jika penggalian tersebut dibiarkan, maka bagian depannya akan habis juga.
Penggalian batuan juga mengakibatkan hilangnya batugamping Orbitulina yang terletak di Kabupaten Banjarnegara. Selain itu, batugamping di Jatibungkus, yang mengandung fosil koral dan alga, dikhawatirkan kelestariannya. Sebab jika dipecah-pecah dan dimasukkan ke tungku, batugamping tersebut bisa menjadi kapur tohor.
Lahirnya keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang mengangkat status lapangan geologi ini menjadi cagar alam geologi pertama di Indonesia itu diharapkan dapat memberi kekuatan hukum untuk menghentikan kegiatan penggalian batu langka ini. Selain itu, diperlukan juga kesadaran masyarakat akan pentingnya kawasan ini bagi ilmu geologi.

Sumber:
http://karangsambung.lipi.go.id/geowisata/?page_id=47

SILABUS MATA KULIAH LANDASAN KEPENDIDIKAN

MATA KULIAH : LANDASAN PENDIDIKAN
KODE MATA KULIAH :
SKS : 3 SKS
SEMESTER : GANJIL
MK Prasyarat : -
DOSEN : Arif Supriatna, S.Pd.

DESKRIPSI
Mata Kuliah ini memberikan informasi dan wawasan tentang pendidikan secara umum dan landasan-landasan pelaksanaannya secara lebih mendalam. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang berbagai pandangan manusia, system, hakekat, landasan dan azas, aliran dan gerakan, lembaga dan permasalahan pendidikan, pendidikan dan pembangunan, dan perkembangan masyarakat, yang akan mendasari pandangan mahasiswa tentang pendidikan yang harus menjadi pusat perhatian dan pengembangan kailmuan mereka.

KOMPETENSI
1. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang manusia dan pandangannya terhadap
pendidikan sebagai upaya pengembangan manusia yang sempurna
2. Mahasiswa mampu menjelaskan hakekat dan pendekatan-pendekatan pendidikan
3. Mahasiswa mampu menguraikan pendidikan sebagai sebuah ilmu
4. Mahasiswa mampu menjelaskan landasan dan azas pendidikan
5. Mahasiswa mampu menerangkan aliran dan gerakan pendidikan
6. Mahasiswa mampu memahami, menerangkan dan menganalisis beberapa produk hukum
tentang System Pendidikan Nasional
7. Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan memberikan usulan solusi permasalahan
pendidian, terutama di Indonesia
8. Mahasiswa mampu menjelaskan lembaga-lembaga pendidikan yang ada
9. Mahasiswa mampu medeskripsikan keterkaitan antara pendidikan dengan
Pembangunan Nasional
10. Mahasiswa mampu memprediksikan perkembangan sosial masyarakat dan
implikasinya bagi pendidikan dan pengembangannya.

RUJUKAN/REFERENSI
1. Wajib :
A. Redja Mudyahardjo, (1989), Rangkuman Perkuliahan Pengantar Pendidikan :
Sebuah Study Awal Tentang Dasar-dasar Pendidikan Pada Umumnya dan Pendidikan
di Indonesia, Jurusan FSP FIP IKIP Bandung
B. Umar Tirtarahardja dan La Sulo, (1994), Pengantar Pendidikan, P2PMTK, Dirjen
Dikti, Depdikbud
C. Undang-undang No. 3 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

2. Anjuran
A. Achmad Sanusi, (1998), Pendidikan Alternatif : Menyentuh Aras Dasar
Persoalan Pendidikan Kemasyarakatan. Bandung : Penerbit Grafindo Media Utama
B. Awan Mutakin, Dodih Heryadi, (2005). Nilai-Nilai Kearifan Adat dan Tradisi
Dibalik Simbol (Totem) Kuda Kuningan. Bandung, Penerbit : PPS, UPI
C. DePorter, B., Hernacki, M. (2000). Quantum Learning. Bandung: Penerbit Kaifa.
D. Gordon Dryden, Jannete Vos, (2002). Learning Revolution. Bandung :
Penerbit Kaifa.
E. Ivan Illich, (2000). Bebaskan Masyarakat dari Belenggu Sekolah. Jakarta :
Penerbit Yayasan Obor Indonesia
F. Ki Hadjar Dewantara, (1962). Pendidkan. Jogjakarta : Penerbit Pertjetakan
Taman Siswa
G. Mohamad Zen, (2002). Orang Laut : Study Etnopedagogi. Jakarta : Penerbit
Yayasan Bahari Nusantara
H. Muhammad Nu’man Somantri, (2001). Menggagas Pembaharuan Pendidikan. Bandung
: Penerbit Rosdakarya

RANCANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

METODE PENILAIAN

1. Indikator Keberhasilan
a. mampu menjelaskan tentang manusia dan pandangannya terhadap pendidikan
sebagai upaya pengembangan manusia yang sempurna
b. mampu menjelaskan hakekat dan pendekatan-pendekatan pendidikan
c. mampu menguraikan pendidikan sebagai sebuah ilmu
d. mampu menjelaskan landasan dan azas pendidikan
e. mampu menerangkan aliran dan gerakan pendidikan
f. mampu memahami, menerangkan dan menganalisis beberapa produk hukum tentang
System Pendidikan Nasional
g. mampu mengidentifikasi dan memberikan usulan solusi permasalahan pendidian,
terutama di Indonesia
h. mampu menjelaskan lembaga-lembaga pendidikan yang ada
i. mampu medeskripsikan keterkaitan antara pendidikan dengan Pembangunan
Nasional
j. mampu memprediksikan perkembangan sosial masyarakat dan implikasinya bagi
pendidikan dan pengembangannya.

2. Teknik Penilaian
a. Penilaian Proses : 25 %
b. Tugas Terstruktur : 20 %
c. Ujian Tengah Semester : 25 %
d. Ujian Akhir Semester : 30 %


3. Kriteria Penilaian

Rentang Skor Nilai Mutu Keterangan
82,6 - 100 A 4 LULUS
77,6 – 82, 5 B/A 3,5 LULUS
72,6 – 77,5 B 3 LULUS
67,6 – 72,5 C/B 2,5 LULUS
62,6 – 67,5 C 2 LULUS
57,6 – 62,5 D/C 1.5 LULUS
50 – 57,5 D 1 LULUS
<50 E 0 TIDAK LULUS


Kuningan, September 2009

Makanan khas yg diproduksi di Kuningan

Kuningan adalah salah satu kabupaten di Jawa Barat yg memiliki topografis yg bervariasi, mulai dari dataran rendah , dataran tinggi bahkan memiliki gunung yang tertinggi di Jawa Barat.
Karena wilayahnya berada di dataran tinggi, maka udaranyapun sejuk dan banyak dijadikan daerah tujuan wisata. Pariwisata di Kuningan sudah terkenal sejak lama, bahkan Perundingan antara Indonesia dengan Belanda pun, dalam rangka perjuangan mempertahankan Kemerdekaaan Indonesia dilaksanakan di salah satu sudut wilayah ini.
Namun yg akan kami sampaikan disini bukan ketenaran wilayah wisatanya saja, melainkan ketenaran makan khas nya juga. Kuningan memiliki beberapa makanan khas yg sulit atau bahkan tidak dijumpai diwilayah lainnya. Inilah foto-fotonya. Kalau anda berminat silakan anda tinggalkan alamat email anda beserta pesanan anda, secepatnya akan kami tindaklanjuti pesanan tersebut.





DIBALIK BERUNTUNNYA GEMPA BUMI DI INDONESIA ; ZONA SUBDUKSI INDONESIA




…::Bapa Jali::…
di balik “zona subduksi” Indonesia
July 24, 2006
mmhhh…jd pengen posting nerangin subduction zone di Indonesia…subduction zone atau zona penunjaman adalah zona menunjam-nya (bend downward) lempeng samudra ke bawah lempeng benua…seperti kita ketahui, secara (ini bener nih "secara"-nya) geology, bumi ini terdiri dari dua lempeng yaitu lempeng benua dan lempeng samudra…pertemuan antara dua lempeng ini bisa bermacam bentuk-nya, antara lain adalah subduction zone tadi…di Indonesia terlihat di sepanjang pesisir barat Sumatra, selatan Jawa sampe ke Laut Banda…lempeng samudra dan benua yg dimaxud adalah Lempeng Australia yg menunjam ke bawah Lempeng Eurasia (Eropa dan Asia, di mana Indonesia bagian barat termasuk di dalam-nya)…pada gambar sebelah kiri ini, subduction zone di-tanda-in sama simbol segitiga…segitiga yg "menghadap" ke arah Indonesia maxudnya adalah menggambarkan Lempeng Australia yg masuk menunjam ke bawah Lempeng Eurasia…bisa di-liat bahwa pesisir barat Sumatra, selatan Jawa sampe ke Laut Banda adalah jalur subduction td…artinya sepanjang daerah itu adalah daerah rawan gempa…apa hubungan-nya subduction zona sama gempa…?
jalur gempa di dunia (atau istilah-nya adalah benioff zone) akan mengikuti jalur subduction karena memang gempa adalah salah satu produk dr jalur tersebut selain jalur gunung api (ya…!!!) dan jg semua hasil tambang bumi…jd kesimpulan umum dr subduction zone tadi adalah nggak cuma menghasilkan gempa tapi jg bisa memberikan fenomena alam yg menakjubkan dan kekayaan hasil bumi yg menguntungkan secara (’secara’ lg) ekonomi…
lempeng samudra yg menunjam tadi akan bergesekan dgn lempeng benua selama dia menunjam…nah, dua lempeng ini mempunyai daya elastis (analogi kasar dengan penggaris plastik yg biasa sering kita pake di sekolah, bisa dilengkung2in)…pada saat daya elastis-nya sudah melewati batas, maka dia akan melepaskan energi berupa gempa tadi…kalo analogi sama penggaris plastik adalah ketika si penggaris tadi udah nggak bisa mempertahankan kelengkungannya dan patah…


gambar penampang dr subduction zone yang ada di ATAS ini…trench adalah palung, titik pertemuan lempeng samudra dan lempeng benua…magma generation terbentuk karena suhu dan tekanan tinggi akibat gesekan dua lempeng ini yang akhirnya membuat batuan di kedalaman itu meleleh dan karena suhu tekanan tinggi pula magma ini berusaha naik ke atas permukaan bumi melalui gunung api…
bentuk seperti ini terdapat di sepanjang jalur subducsion di Indonesia, bisa di-bayangin kan…kita punya jalur subducsion, jalur gempa dan jalur gunung api (mulai dr Pegunungan Bukit Barisan, jejeran gunung api di Jawa sampe ke gunung2 api bawah laut di Laut Banda)…jalur ini pula yg bisa menghasilkan fenomena alam yg menakjubkan…contoh langsung adalah pemandangan gunung berapi tadi…beberapa gunung api di Indonesia sudah dijadi-in tipikal untuk gunung api dunia seperti misalnya Gunung Krakatau dan Gunung Merapi…selain itu fenomena ini jg menghasilkan kekayaan hasil tambang yg (sebenernya) sangat tidak sedikit…
Indonesia berada di posisi yang sangat strategis secara geology (dan akan tetap berada di situ mungkin sampai jutaan tahun yg akan datang), tinggal orang Indonesia-nya sendiri yg me-manage semua-nya…gempa, tsunami, gunung api dan berjuta kekayaan alam adalah satu per-imbang-an anugrah dr Allah swt…
pictures from http://volcano.und.nodak.edu/

Followers