SILABUS ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR

SILABUS

Mata Kuliah : Ilmu Sosial dan Budaya Dasar
Kode Mata Kuliah :
SKS : 2 SKS
Semester : Ganjl
MK Prasyarat : -
Dosen : Arif Supriatna, S.Pd.

DESKRIPSI
Mata Kuliah ini memberikan informasi dan pemahaman tentang manusia sebagai mahluk budaya, manusia dan peradaban, manusia sebagai mahluk individu dan mahluk sosial, manusia dalam keragaman, kesederajatan dan kebermartabatan, manusia dalam moralitas dan hokum, manusia dengan sains dan teknologi dan manusia dengan lingkungannya dengan tujuan agar mahasiswa dapat berkembang menjadi manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan dan kebermartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika danmoral dalam kehidupan bermasyarakat.

KOMPETENSI
1. Mahasiswa mampu menjelaskan dan memahami posisi manusia sebagai mahluk berbudaya
2. Mahasiswa mampu menguraikan manusia dengan berbagai peradabannya baik masa lalu, sekarang ataupun yang akan datang
3. Mahasiswa mampu menjelaskan bahwa manusia itu selain sebagai mahluk individu juga sebagai mahluk sosial
4. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang manusia dalam keragaman, kesederajatan dan kebermartabatan
5. Mahasiswa mampu menjelaskan bahwa manusia hidup dalam moral dan hokum dan harus mengindahkan moral dan hukum yang ada di sekitar kehidupannya
6. Mahasiswa mampu menguraikan dan memahami posisi manusia dalam sain dan teknologi yang berkembang saat ini
7. Mahasiswa mampu menjelaskan posisi manusia dalam lingkungannya dan memahami sikap yang harus dilakukan oleh masyarakat berkaitan dengan posisi manusia tersebut.
RUJUKAN/REFERENSI
1. A. W. Widjaja, (1986). Individu Keluarga dan Masyarakat
2. Ahmad Ali, (2000). Tata Hukum Indonesia
3. Anna Peodjiadi, (2005). Sains, Teknologi dan Masyarakat
4. Anthony Giddens. (1998). The Third Way
5. Barth. F. (1969). Introduction dalam Ethnic Groups and Boundaries
6. Berghe P. van den, (1990). State Violence and Etnicity
7. Furnival, J. S. (1984). Colonial Policy and Practice
8. Gunawan Setiaardja, (2000). Dialektika Hukum dan Moral
9. Jenny Teichman, (2001). Etika Sosial
10. Juli Soemirat Slamet, (2000). Kesehatan Lingkungan
11. Koentjaraningrat, (1997). Manusia, Mentalitet Pembangunan
12. Mochtar Kusuma Atmadja, (2002), Konsep-konsep Hukum Dalam Pembangunan
13. Nursid Sumaatmadja, (2002). Memanusiakan Manusia
14. _________________, (2002). Pendidikan Pemanusiaan, Manusia dan Manusiawi
15. __________________, (2000). Manusia dalam Konteks Sosial, Budaya dan Lingkungan Hidup
16. Otto Soemarwoto, (1986). Dampak Ekologi Terhadap Manusia
17. Paulus Wirutomo, (2001).Membangun Masyarakat Sipil Jakarta, Dalam : Demokrasi, Kekerasan Disintegrasi
18. Philip. H. Phoenix, (1994). The Realm of Meaning
19. Ralf Linton, (1978), The Cultural Background of Personality
20. Robert Bellah, (1999). The Good Society
21. Samuel Huntington. (1996). The Clash of Civilization and Remarking of The Wolrd
22. Satjipto Rahardjo, (2002). Sosiologi Hukum
23. Sulaiman, (1998). Ilmu Budaya Dasar
24. T.B. Bachtiar Rifai, (1986). Perspektif Dari Pembangunan Ilmu dan Teknologi
25. Widagdo, (1986). Ilmu Budaya Dasar
RANCANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
METODE PENILAIAN
1. Indikator Keberhasilan
a. mampu menjelaskan dan memahami posisi manusia sebagai mahluk berbudaya
b. mampu menguraikan manusia dengan berbagai peradabannya baik masa lalu, sekarang ataupun yang akan datang
c. mampu menjelaskan bahwa manusia itu selain sebagai mahluk individu juga sebagai mahluk sosial
d. mampu menjelaskan tentang manusia dalam keragaman, kesederajatan dan kebermartabatan
e. mampu menjelaskan bahwa manusia hidup dalam moral dan hokum dan harus mengindahkan moral dan hukum yang ada di sekitar kehidupannya
f. mampu menguraikan dan memahami posisi manusia dalam sain dan teknologi yang berkembang saat ini
g. mampu menjelaskan posisi manusia dalam lingkungannya dan memahami sikap yang harus dilakukan oleh masyarakat berkaitan dengan posisi manusia tersebut.
2. Teknik Penilaian
A. Penilaian Proses : 25 %
B. Tugas Terstruktur : 20 %
C. Ujian Tengah Semester : 25 %
D. Ujian Akhir Semester : 30 %


3. Kriteria Penilaian

Rentang Skor Nilai Mutu Keterangan
80 - 100 A 4 LULUS
70 – 79 B 3 LULUS
60 – 69 C 2 LULUS
50 – 59 D 1 LULUS
< 50 E 0 TIDAK LULUS


Kuningan, September 2009




MATERI I S B D
a) Manusia sebagai makhluk budaya.
b) Manusia dan peradaban.
c) Manusia sebagai individu, makhluk sosial dan mahluk religius.
d) Manusia, keragaman dan kesederajatan.
e) Manusia, moralitas dan hukum.
f) Manusia, sains dan teknologi.
g) Manusia dan lingkungan.

Keterangan
a) Manusia sebagai makhluk budaya.
Manusia sebagai makhluk budaya yang berkemampuan menciptakan kebaikan,
- kebenaran,
- keadilan dan
- bertanggung jawab.

Sebagai makhluk berbudaya, manusia mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan
kebahagiaan, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat demi kesempurnaan hidupnya.
KONSEP-KONSEP BUDAYA DASAR
1) Manusia dan Keadilan.
Keadilan merupakan salah satu modal dasar bagi kehidupan terartur manusia. Keadilan
mengacu suatu tindakan baik bagi kehidupan yang mesti dilakukan oleh setiap manusia.
2) Manusia dan Penderitaan.
Penderitaan adalah rasa tidak menyenangkan yang setiap orang secara kemanusiaan ingin
menghindarinya. Ini melengkapi ciri paradoksal yang menandai eksistensi manusia di dunia.
3) Manusia dan Cinta Kasih.
Cinta kasih adalah perasaan suka kepada seseorang yang disertai dengan belas kasih dan
kemesraan. Cinta merupakan sikap dasar ideal yang memungkinkan dimensi sosial manusia
menemukan bentuknya yang khas manusiawi.
4) Manusia dan Tangung Jawab.
Tanggung jawab adalah kewajiban melakukan keharusan tugas tertentu. Dasar tanggung
jawab adalah hakekat keberadaan manusia sebagai mahluk yang mau menjadi baik dan
memeperoleh kebahagiaan.
5) Manusia dan Pengabdian.
Pengabdian diartikan sebagai perihal perilaku berbakti atau meperhamba diri kepada tugas
yang (dianggap) mulia.
6) Manusia dan Pandangan Hidup.
Pandangan hidup berkenan dengan eksistensi manusia di dunia dalam hubungannya
dengan Tuhan, dengan sesama dan dengan alam tempat kita berdiam.
7) Manusia dan Keindahan.
Eksistensi manusia di dunia diliputi oleh keindahan. Manusia tidak hanya penerima pasif
tetapi juga pencipta keindahan bagi kehidupan.
8) Manusia dan Kegelisahan.
Kegelisahan adalah merupakan gambaran keadaan seseorang yang tidak tentram (hati
maupun perbuatannya), rasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah laku. Kegelisahan
adalah salah satu ekspresi kecemasan.

b. Manusia dan peradaban.
Konsep peradaban yang berasal dari kata “adab” yang intinya teratur dan dapat berarti
ahlak atau kesopanan serta kehalusan budi pekerti berhubungan erat dengan konsep nilai
moral, norma, etika dan estetika yang ada di masyarakat. Oleh karena itu kebutuhan akan
adab dan peradaban berhubungan dengan kebudayaan dan organisasi sosial.

c. Manusia sebagai individu, makhluk sosial dan mahluk religius. Manusia sejak awal
lahirnya adalah sebagai makhluk sosial (ditengah keluarganya). Makhluk yang tidak dapat
berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain. Manusia memerlukan mitra untuk mengembangkan
kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. Sebagai individu, manusia dituntut untuk dapat
mengenal serta memahami tanggung jawabnya bagi dirinya sendiri, masyarakat dan kepada
Sang Pencipta.

d. Manusia, keragaman dan kesederajatan. Struktur masyarakat Indonesia yang majemuk
dan dinamis, ditandai oleh keragaman suku bangsa, agama dan kebudayaan. Keragaman
tersebut merupakan kekayaan budaya yang membanggakan, tetapi pada sisi lain
mengandung potensi masalah konflik. Jadi keragaman tersebut haruslah dapat dicari
solusinya dengan semangat pluralisme, keterbukaan dan mengembangkan kesederajatan.

e. Manusia, moralitas dan hukum. Manusia sebagai makhluk social dan berbudaya pada
dasarnya dipengaruhi oleh nilai-nilai kemanusiaan. Nilai tersebut berupa: etika yang erat
hubungannya dengan moralitas, maupun estetika yang berhubungan dengan keindahan.
Dalam realitas sosial, pengembangan supremasi hukum sangat tergantung pada empat
komponen, yaitu (a) materi hukum, (b) sarana prasarana hukum, (c) aparatur hukum, dan
(d) budaya hukum masyarakat. Tatkala terjadi dilema antara materi hukum, konflik
diantara penegak hukum, kurangnya sarana dan prasarana hukum, serta rendahnya budaya
hukum masyarakat, maka setiap orang (masyarakat dan aparatur hukum) harus
mengembalikan pada rasa keadilan hukum masyarakat, artinya harus mengutamakan
moralitas masyarakat.
Demikian pula dalam pengembangan estetika yang akan menjadi wujud budaya masyarakat
sangat mungkin terjadi dilema dan benturan dengan nilai etika.

f. Manusia, sains dan teknologi. Dalam setiap kebudayaan selalu terdapat ilmu pengetahuan
atau sains dan teknologi, yang digunakan sebagai acuan untuk menginterpretasikan dan
memahami lingkungan beserta isinya, serta digunakan sebagai alat untuk mengeksploitasi,
mengolah dan memanfaatkannya untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan manusia. Sains
dan tekhnologi dapat berkembang melalui kreativitas penemuan (discovery), penciptaan
(invention), melalui berbagai bentuk inovasi dan rekayasa. Kegunaan nyata IPTEK bagi
manusia sangat tergantung dari nilai, moral, norma dan hukum yang mendasarinya. IPTEK
tanpa nilai sangat berbahaya dan manusia tanpa IPTEK mencermikan keterbelakangan.

g. Manusia dan lingkungan. Secara alamiah manusia berinteraksi dengan lingkungannya,
manusia sebagai pelaku dan sekaligus dipengaruhi oleh lingkungan tersebut. Perlakuan
manusia terhadap lingkungannya sangat menentukan keramahan lingkungan terhadap
kehidupannya sendiri. Manusia dapat memanfaatkan lingkungan tetapi perlu memelihara
lingkungan agar tingkat kemanfaatannya bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Bagaimana manusia mensikapi dan mengelola lingkungannya pada akhirnya akan
mewujudkan pola-pola peradaban dan kebudayaan.

2 komentar:

Selamat Pagi Mas Arif,..saya membaca Blog Anda, dan di Blog itu tertera "Materi kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar", cuma saya tidak menemukan materi tersebut...dimana saya bisa melihatnya?...

terima kasih atas bantuan nya blog ini banyak membantu saya dalam memahami ilmu sosial budaya dasar terutama tentang kehidupan manusia sehari-hari

Post a Comment

Followers